Pangkalpinang,Ketikandata — Aliansi Masyarakat Cinta Bangka Belitung (AMCBB) sempat bersitegang sekitar satu jam lamanya dengan petugas Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan (BPKHTL) Wilayah XIII Pangkalpinang.
Saat hendak audiensi sendiri dengan kekisruhan dan kontroversi, terkait kerugian negara Rp 271 triliun, dalam vonis korupsi tata niaga timah
Ketegangan urat leher itu awalnya dipicu oleh ketidakhadiran dari kepala pejabat BPKHTLW, dimana salah satu petugas tata usaha bernama Ilham menyebut bos mereka semuanya dinas luar.
Demikian juga, dengan surat audiensi sendiri menurutnya belum diterima pihaknya, sehingga mereka belum siap untuk menerimanya.
Sementara ketua AMCBB, Kurniadi Ramadani, membantah audiensi itu diminta dadakan. Karena surat permintaan audiensi sudah dikirim pada Jumat (10/2/25).
“Aneh kalau kalian gak tahu ada surat, karena sudah kami sampaikan Jumat. Saya juga sudah sampaikan kepada atasan kalian bapak Olmet. Kalian jangan terkesan menghindar,” tegas kurniadi.
Maka dari itu, kisruh yang telah merugikan lingkungan Babel, ketua AMCB mendesak agar jangan diam saja Sampaikan data validnya seperti apa.
“Jangan diam. Paling tidak ada awalnya seperti apa. Seperti rona hutanya seperti apa dan perkembangan lingkunganya. Tolong sampaikan seperti apa. Biar masyarakat dapat tercerahkan,” desak Dani dengan didampingi rekanya Wantoni, Memet dan Mawan.
Akhirnya sempat terpojok, petugas BPKHTL pun mencoba untuk menelpon atasan mereka. Hingga kini AMCB masih terus bertahan di kantor BPKHTL di jalan Pasir Padi, Air itam.
(*).