BANGKA BELITUNG – Di tengah tantangan efisiensi dan keterbatasan anggaran pembinaan olahraga, semangat juang atlet muda Bangka Belitung justru membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menorehkan prestasi.
Hal tersebut, dibuktikan oleh atlet-atlet PERBATI Bangka Belitung yang sukses mengharumkan nama daerah pada ajang Laskar Lampung Boxing Cup – Piala Bergilir Gubernur Lampung Tahun 2026, di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Bandar Lampung pekan lalu.
Ketua harian PERBATI Hans Sihuanndy Bangka Belitung mengatakan, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan mulai dari efisiensi anggaran hingga tantangan pembinaan atlet, PERBATI Bangka Belitung tetap mampu membuktikan eksistensinya di level nasional.
“Hasil membanggakan berhasil dipersembahkan dengan raihan 1 medali emas dan 2 medali perak, menjadi bukti nyata bahwa komitmen, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu melampaui keterbatasan yang ada,” ungkapnya.
Diakuinya, Prestasi gemilang hadir melalui Matthew Alexander Thio yang sukses merebut medali emas di kelas 30–35 kilogram setelah tampil penuh percaya diri dan menunjukkan kualitas bertanding yang impresif di atas ring.
Ia menambahkan, para peserta Arnmanda di kelas 46–48 kilogram berhasil membawa pulang medali perak, disusul Muhammad Al Kahfi di kelas 80–85 kilogram yang juga menyumbangkan medali perak melalui perjuangan sengit hingga akhir pertandingan.
Dari pencapaian tersebut lanjutnya, menjadi lebih bermakna karena lahir di tengah situasi yang tidak mudah.
Dengan segala keterbatasan fasilitas dan dukungan anggaran yang harus disesuaikan, PERBATI Bangka Belitung tetap mampu menjaga ritme pembinaan atlet dan mengirim putra-putri terbaiknya untuk bersaing di panggung nasional.
“Prestasi ini sekaligus menjadi pesan bahwa olahraga bukan hanya tentang besarnya anggaran, tetapi juga tentang kesungguhan dalam pembinaan, kekompakan tim, dedikasi pelatih, dan semangat atlet yang tidak pernah padam,” ujarnya.
Di balik medali yang dibawa pulang, ada perjuangan panjang, pengorbanan, serta tekad kuat untuk membawa nama Bangka Belitung tetap diperhitungkan di dunia olahraga tinju nasional.
“Keberhasilan ini diharapkan, menjadi perhatian bersama bahwa di tengah efisiensi, atlet-atlet daerah tetap membutuhkan ruang tumbuh dan dukungan nyata,” katanya.
Dari keterbatasan itulah sering lahir prestasi yang membanggakan, sebagaimana ditunjukkan oleh atlet-atlet PERBATI Bangka Belitung di ajang Laskar Lampung Boxing Cup 2026.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Justru dari perjuangan di tengah keterbatasan, lahir mental juara yang sesungguhnya.” tutupnya.
(*).