Pangkalpinang — Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan keamanan siber dan perlindungan privasi data, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen bekerja sama dengan Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTKIP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di SMKN 2 Pangkalpinang. Kamis, (16/42026).
Kegiatan ini diikuti oleh 15 sekolah terpilih, termasuk SMA Muhammadiyah Pangkalpinang, dengan melibatkan perwakilan guru dan siswa.
Mengusung tema “Kesadaran dan Keamanan Siber serta Privasi Data”, bimtek ini menitikberatkan pada pentingnya perlindungan data di era digital yang terus berkembang. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar keamanan siber, budaya keamanan digital, privasi data, serta pengenalan program bug bounty.
Tim dari Pusdatin Kemendikdasmen memberikan pemaparan mengenai strategi menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, termasuk langkah-langkah praktis dalam mencegah peretasan dan penyalahgunaan data.
Kepala UPTD Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sukinda, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pusdatin Kemendikdasmen atas kehadirannya di Bangka Belitung dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang teknologi. Terima kasih juga kepada SMKN 2 Pangkalpinang yang telah menyediakan fasilitas yang sangat baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan pendidikan berbasis teknologi, sekaligus memperkuat tata kelola sistem informasi pendidikan di daerah.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian, antara lain Kerentanan situs sekolah terhadap serangan siber,
Generasi Z sebagai target utama kejahatan digital, Pentingnya penguatan budaya literasi digital dan Perlindungan terhadap data pribadi yang bersifat sensitif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru dan siswa dapat memahami serta mengimplementasikan langkah-langkah pengamanan data dalam aktivitas sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Selain itu, program bug bounty yang diperkenalkan juga diharapkan mampu mendorong lahirnya talenta digital nasional yang kompeten, aman, dan berkelanjutan.
Dengan meningkatnya pemahaman tentang keamanan siber dan privasi data, diharapkan seluruh insan pendidikan semakin sadar akan pentingnya menjaga informasi pribadi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. (Zidane)