BANGKA – Anggota DPRD Kabupaten Bangka Marianto menggelar reses di Daerah Pemilihan, Kecamatan Pemali Bakam Puding Besar kantor DPD PKS Minggu (14/12/2025).
Pada kegiatan reses disampaikan, Marianto merupakan agenda rapat diluar kantor sesuai regulasi aturan bedasarkan undang-undang nomor 32 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
Ia menerangkan, bahwa DPRD Bupati dan Wakil Bupati adalah penyelenggara peraturan daerah berati adalah tanggungjawab nya ke masyarakat.
Selanjutnya kata dia, terutama DPRD mempunyai tanggungjawab kepada Daerah pemilihan (DAPIL) yang konsisten.
“Semua itu diamanahkan dalam peraturan sehingga aspirasi dari masyarakat merupakan tanggungjawab. Dapil kita yang harus diperjuangkan untuk program di tahun kedepan, dan kalau yang sekarang ini. Kita perjuangkan tahun 2027 Spesifikasi harus terukur dan terstruktur,” ungkapnya.
Selain itu, mengapa reses ini dilakukan sebab di era saat ini bagaimana memprioritaskan kesejahteraan pada guru.
“Karena yang pertama mereka bersifat rasional dan kedua guru paud TK dan TPA. Membangun pondasi kedepan 2045 Indonesia emas, dari usai sedini mungkin mereka sudah punya. Membangun pondasi alas yang kuat dalam rangka strategi kepimpinan,” kata Marianto.
Dalam kepimpinan karakter merupakan hal yang penting, dan setelah itu Ia menyampaikan tentang insentif yang harus diperjuangkan.
Sementara itu, salah satu peserta yang hadir Kamisa dari Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) menyatakan, pertemuan reses pada hari ini sangat mengakomodir.
Menurutnya, selama ini pembahasannya mulai dari keterkaitan insentif kesetaraan dan kesejahteraan namun ada juga pembahasan yang lain.
“Alhamdulillah kami dari Himpaudi selain aspirasi yang lain. Juga masalah ke sekretariat sudah dijawab, insyaallah nanti. Kami akan bersurat ulang ke kepala dinas pendidikan Kabupaten Bangka,” sebut Kamisa.
Diakuinya, jika pihak surat tersebut menginginkan sekretariat yang baru.
“Karena kami kan mulai 8 kecamatan. Yang ada Himpaudi membutuhkan sekretariat lah intinya,” ungkapnya.
Setelah itu katanya, dulu pernah mengenyam adanya beasiswa untuk guru paud.
“Karena guru-guru paud ini bagaimana harus bisa. Kualifikasi kuliah S1 paud,” katanya.
Najib.