Pangkalpinang — Permainan tradisional tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk mendorong anak lebih aktif bergerak. Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan Pelatihan Gerak Dasar Berbasis Permainan Tradisional sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas Fisik dan Kebugaran Siswa Sekolah Dasar Kelas Atas yang dilaksanakan di SD 06 Tempilang.
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan oleh tiga dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), yakni Sinta Naviri, M.Pd., Hairul, M.Pd., dan Fas’ul Akbar, M.T. Kegiatan menyasar siswa sekolah dasar kelas atas dengan mengintegrasikan berbagai bentuk gerak dasar ke dalam aktivitas permainan tradisional.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap pentingnya aktivitas fisik bagi siswa sekolah dasar. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan kemampuan motorik sekaligus menjaga kebugaran jasmani anak.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pentingnya bergerak aktif, tetapi juga diajak mempraktikkan berbagai gerak dasar melalui permainan. Gerakan seperti berlari, melompat, melempar, menangkap, menjaga keseimbangan, hingga mengubah arah dikembangkan melalui aktivitas permainan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa sekolah dasar.
Penggunaan permainan tradisional menjadi daya tarik tersendiri dalam pelatihan. Selain membuat aktivitas fisik terasa lebih menyenangkan, permainan tradisional juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bergerak, berinteraksi, dan bekerja sama secara langsung dengan teman-temannya.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan semakin banyaknya aktivitas anak yang dilakukan secara pasif, permainan tradisional dapat menjadi alternatif kegiatan yang mendorong siswa mengurangi aktivitas sedentari dan meningkatkan aktivitas fisik.
Bagi siswa kelas atas sekolah dasar, penguasaan gerak dasar merupakan bagian penting dalam menunjang kemampuan mengikuti berbagai aktivitas olahraga. Kemampuan berlari, melompat, melempar, menangkap, serta melakukan gerakan secara seimbang menjadi fondasi untuk mengembangkan keterampilan gerak yang lebih kompleks pada tahap berikutnya.
Tidak hanya memberikan manfaat bagi kebugaran jasmani, permainan tradisional juga memiliki nilai pendidikan yang dapat membentuk karakter siswa. Melalui permainan secara berkelompok, siswa belajar bekerja sama, mengikuti aturan, menghargai teman, menjunjung sportivitas, serta membangun keberanian dan rasa percaya diri.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan jasmani anak. Melalui pelatihan ini, pengetahuan dan pengalaman akademik para dosen dapat diterapkan secara langsung di lingkungan sekolah.
Sinta Naviri, M.Pd., Hairul, M.Pd., dan Fas’ul Akbar, M.T. mengembangkan pelatihan dengan menempatkan siswa sebagai peserta yang aktif dalam setiap kegiatan. Pembelajaran gerak tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan fisik, tetapi juga pada terciptanya pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna.
Kegiatan di SD 06 Tempilang diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebugaran serta membangun kebiasaan hidup aktif sejak usia sekolah. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga dapat memberikan alternatif model aktivitas pembelajaran kepada guru dan sekolah dalam mendukung peningkatan aktivitas fisik siswa.
Pelatihan gerak dasar berbasis permainan tradisional pada akhirnya tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, kebugaran, interaksi sosial, dan pelestarian budaya dalam sebuah aktivitas yang menyenangkan bagi anak.
Melalui kegiatan tersebut, para dosen Unmuh Babel berharap semangat siswa untuk bergerak aktif dapat terus tumbuh. Permainan tradisional pun diharapkan tidak hanya dikenang sebagai bagian dari masa lalu, tetapi tetap hadir sebagai media pembelajaran yang relevan dalam membentuk generasi yang aktif, sehat, bugar, dan berkarakter. (Rls)