PANGKALPINANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, akan melaksanakan Grand Launching 38 Portal Web PWI Daerah se-Indonesia secara serentak, pada 1 Oktober 2026 mendatang, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.
Berkenaan dengan hal ini, Ketua PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Mohammad Fathurrakhman (Boy), melalui Wakil Ketua Bidang Mulitimedia, Media Siber dan Fotografi, Yudhistira Jaya Suprana (Boril), menyambut baik hal tersebut.
Menurut Boril, hal ini menjadi sebuah langkah penting dalam memperkuat kehadiran PWI di ruang digital, memperkuat dukungan terhadap keterbukaan informasi, yang tentunya membuat eksistensi PWI daerah semakin kuat, serta ruang distribusi informasi yang lebih luas menjadi semakin terbuka.
“Tanggal 1 Oktober 2026 nanti akan ada Grand Launching 38 Portal Web PWI Daerah se-Indonesia secara serentak, termasuk portal untuk PWI Babel juga. Untuk PWI Babel, portalnya bisa diakses di https://babel.pwi.or.id,” kata Boril, di Pangkalpinang, Minggu (27/9/2026).
Nantinya, lanjut Boril, melalui portal web tersebut, masyarakat bisa melihat melihat beragam informasi, mulai dari siaran pers, data anggota PWI Babel, jajaran pengurus PWI Babel, dokumentasi kegiatan, hingga menyampaikan pengaduan.
“Portal ini konsepnya terintegrasi dengan PWI Pusat, yang pasti akan terus dikembangkan, agar semakin mudah diakses dan masyarakat juga tahu berbagai hal tentang PWI,” ujarnya.
Menurut Boril, dengan portal daerah yang terkoneksi dalam satu ekosistem, informasi dan aktivitas PWI di daerah tidak hanya berhenti pada pembaca lokal, tetapi berpeluang mendapatkan jangkauan yang lebih luas.
Namun, Boril mengingatkan, keberadaan portal tidak cukup hanya dengan memastikan situs tetap aktif. Konsistensi produksi dan kualitas konten, kata dia menjadi tantangan berikutnya.
“Yang pasti, tantangan berikutnya yang dihadapi bukan hanya memastikan seluruh portal tetap aktif, tetapi juga komitmen bersama dalam menjaga konsistensi produksi serta kualitas konten yang dipublikasikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Boril juga mengajak wartawan dan talenta muda di lingkungan PWI Babel memanfaatkan portal tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan dan memperluas jangkauan karya jurnalistik.
Menurut dia, wartawan muda berada di tengah perubahan besar dalam cara masyarakat memperoleh informasi. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap prinsip dan etika jurnalistik.
“Wartawan dari generasi muda hari ini berada di tengah perubahan besar dalam cara masyarakat mendapatkan informasi. Karena itu, mereka harus adaptif terhadap teknologi, tetapi tidak boleh kehilangan fondasi jurnalistik,” ujarnya.
Ia mengatakan, portal PWI Babel dapat menampung beragam format karya jurnalistik, mulai dari tulisan, foto, video hingga infografis.
“Silakan bagi wartawan dan talenta-talenta muda di PWI Babel berkontribusi. Portal ini bisa menjadi ruang bagi rekan-rekan sekalian untuk memperluas jangkauan karya jurnalistiknya, namun tetap mengacu pada standar etika dan profesionalisme pers,” katanya.
Boril berharap, peluncuran 38 portal PWI daerah tak hanya menjadi tempat publikasi, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi antarpengelola media PWI di seluruh Indonesia.
“Jaringan ini tidak hanya menjadi tempat publikasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi. Informasi dari daerah bisa mendapatkan amplifikasi secara nasional, sementara program dan informasi dari pusat dapat lebih cepat diketahui hingga ke daerah,” ujarnya.
Sebelumnya, PWI Pusat pada Selasa (22/9/2026) lalu, menggelar rapat persiapan konsolidasi 38 portal PWI Daerah di seluruh Indonesia, yang berlangsung di Kantor PWI Pusat, lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta.
Rapat tersebut membahas kesiapan jaringan website PWI, aktivasi portal di seluruh daerah, pengelolaan dan produksi konten, hingga penguatan sinergi pemberitaan antara PWI Pusat dan Daerah menjelang peluncuran serentak pada 1 Oktober 2026 mendatang.
Rapat dipimpin langsung Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir yang didampingi Sekretaris Jenderal, Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Multimedia dan IT Hilman Hidayat, Ketua Bidang Penyiaran Auri Jaya, pengurus PWI Pusat lainnnya, serta puluhan pengurus PWI Daerah selaku admin portal daerah yang bergabung melalui zoom.
Terkait proses persiapan konsolidasi website, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengungkapkan bahwa sebanyak 38 portal daerah telah disiapkan dan selanjutnya akan diaktifkan serta mulai diisi konten secara rutin menjelang peluncuran resmi.
“Ibaratnya saat ini mobil sudah keluar dari showroom, tinggal dipanaskan mesinnya dan kita siap berlari pada 1 Oktober 2026, tepat di Hari Kesaktian Pancasila,” kata Akhmad Munir.
Menurutnya, keberadaan 38 portal daerah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi PWI yang terkonsolidasi dari pusat hingga daerah. Melalui jaringan ini, lanjut dia, kegiatan organisasi, informasi jurnalistik, program peningkatan kompetensi wartawan, hingga berbagai isu dari daerah dapat terhubung dalam satu ekosistem digital PWI.
“Website ini bukan hanya milik PWI Pusat, tetapi menjadi rumah bersama bagi PWI di seluruh Indonesia. Dengan 38 portal daerah yang terkonsolidasi, kita ingin informasi dan kegiatan PWI dari Aceh sampai Papua dapat terhubung, saling menguatkan, dan mendapatkan ruang publikasi yang lebih luas,” ujar Akhmad Munir.
Munir saat rapat menekankan, transformasi digital PWI tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur website. Penguatan jaringan digital, kata Munir juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas konten dan profesionalisme wartawan.
“Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi ini kita gunakan untuk memperkuat profesionalisme wartawan, memperluas distribusi informasi yang berkualitas, dan membangun kolaborasi antara PWI Pusat dan PWI Daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Munir meminta seluruh PWI Daerah segera mengaktifkan portal masing-masing dan mulai melakukan pengisian konten. Munir juga meminta setiap PWI Daerah menunjuk seorang person in charge (PIC) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan portal.
Munir mengatakan, untuk memperkuat sinergi konten antara PWI Pusat dan PWI Daerah, pengelola portal daerah dapat berkoordinasi dengan tim PWI Pusat. Sinergi tersebut, lanjut dia, diharapkan memungkinkan konten-konten penting dari daerah memperoleh distribusi yang lebih luas melalui jaringan PWI.
“Sebaliknya, informasi dari pusat juga dapat terdistribusi secara efektif hingga ke daerah. Saya tekankan, saat grand launching nanti, seluruh mesin harus sudah hidup dan 38 portal daerah sudah bergerak bersama,” pungkasnya.
(*).