PANGKALPINANG – Semangat kebangkitan pemuda Bangka Belitung memasuki babak baru melalui Roadshow NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi) Ramadhan 2026, Badan Pengurus Wilayah Generasi Emas Indonesia (GESID) Provinsi Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk menjadikan desa sebagai titik awal gerakan menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keberkahan Bulan Suci Ramadhan ini bukan sekadar forum diskusi dan buka puasa bersama, melainkan ruang konsolidasi ide, arah gerakan, serta penguatan peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah dan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI Provinsi Bangka Belitung, Bahar Buasan, yang memberikan perspektif kebangsaan dan penguatan peran daerah dalam sistem ketatanegaraan nasional.
Ketua GESID Bangka Belitung, Suwardian Ramadhan, menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir hanya dari pusat kekuasaan, tetapi dari desa-desa yang kuat dan pemuda yang terorganisir.
“Gerakan ini bukan gerakan seremonial. Ini adalah konsolidasi kekuatan pemuda desa, jika desa kuat daerah kuat jika daerah kuat Indonesia akan benar-benar emas. GESID Babel siap menjadi bagian dari pembangunan nasional,” tegas Suwardian Senin (23/02/2026).
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, dibahas strategi penguatan ekonomi kreatif desa, pemberdayaan UMKM muda, penguatan literasi kepemimpinan, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempersiapkan generasi unggul.
Ia menilai, bahwa percepatan pembangunan membutuhkan sinergi konkret antara organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, legislatif, serta pemangku kepentingan lainnya.
Pemuda harus diberi ruang bukan hanya sebagai objek program, tetapi sebagai subjek perencanaan dan penggerak implementasi.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah. Pemuda harus dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, indonesia Emas 2045 bukan hanya slogan — ia harus dipersiapkan dari sekarang. Dari desa dari generasi muda,” katanya.
Dengan semangat Ramadhan sebagai momentum penguatan niat dan komitmen, GESID Bangka Belitung memastikan gerakan ini akan berlanjut secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
(*).