PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Kota Pangkalpinang masih menggelar pasar murah di 20 titik di Kota Pangkalpinang.
Di titik ketujuh berlokasi di Bengkel PALAD Kelurahan Rejosari, Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam sengaja hadir di tengah masyarakat. Dia didampingi Plt Kepala Diskopdagumkm, Andika Saputra dan juga Asisten Setda Kota Pangkalpinang, Suryo Kusbandoro.
Menurut Sekda yang juga saat ini sebagai Pelaksana Harian Wali Kota, Pasar murah sangat antusias dihadiri masyarakat. Bahkan, dia juga sengaja membayar barang belanjaan masyarakat yang datang ke pasar murah. Program ini juga menurutnya dalam upaya penanggulangan dan menekan inflasi di Kota Pangkalpinang.
“Program ini untuk masyarakat dan upaya kita menekan inflasi di Kota Pangkalpinang. Kami berharap dengan operasi pasar masyarakat bisa terbantu,” urainya, Jumat (14/10).
Dari pantauan Sekda Radmida, harga barang kebutuhan di pasar murah memang tergolong lebih murah dibanding dengan harga pasar. Karena pasar murah menggunakan harga distributor sejumlah bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat.
“Saya lihat tadi memang harga lebih murah, minimal harga distributor semua bahan pokok disini. Kita berharap ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Dia mengajak masyarakat di Kota Pangkalpinang untuk mendatangi pasar murah dan belanja kebutuhan pokok disana. Masih ada 13 titik lokasi pasar murah yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang. Puncak pasar murah akan diselenggarakan di halaman kantor Wali Kota Pangkalpinang pada 2 November mendatang.
“Ayo masyarakat yang ingin belanja murah silakan datang. Ada 20 titik pasar murah yang diadakan oleh Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM,” tutupnya.
Lebih jauh, menurut Sekda saat ini inflasi di Kota Pangkalpinang agak turun dibanding sebelumnya. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga menurutnya sudah berupaya berlari mengejar penanggulangan inflasi di Kota Pangkalpinang.
“Kita dari TPID sudah berlari untuk menekan inflasi. Karena permasalahan ini banyak faktor pendukung sehingga membuat kita menjadi yang tertinggi di Babel,” imbuhnya.