BANGKA TENGAH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bangka Tengah, Sardi, menggelar Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026 di Desa Pasir Garam Sabtu (12/9/2026).
Agenda tersebut digelar untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, dan infrastruktur desa.
Dalam dialog bersama warga, Sardi dari Komisi II Anggota DPRD menekankan pentingnya legalitas kelompok tani bagi masyarakat yang ingin mengajukan bantuan program pertanian,yang menggunakan pupuk subsidi bibit lada dan tanaman hortikultura. ( Sejenis tumbuhan sayuran).
”Untuk bantuan pupuk subsidi, saat ini kelapa sawit memang tidak dialokasikan. Namun, untuk tanaman hortikultura dan bibit lada bisa kita bantu,” kata dia.
Diakuinya, untuk mendapatkannya syarat utamanya warga harus membentuk kelompok tani yang disahkan melalui Surat Keterangan (SK) serta lokasi pengajuannya tidak berada di kawasan hutan lindung,” ujar Sardi di hadapan warga Pasir Garam.
Selain persoalan pertanian, legislator dari Fraksi anggota DPRD partai Golkar ini juga merespons keluhan beberapa warga terkait penerangan jalan umum (PJU) dan jalan di Desa.
Sardi menjelaskan bahwa mekanisme pengajuan bantuan infrastruktur harus disesuaikan dengan kewenangan status jalan, baik kewenangan pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Sardi menambahkan bahwa pihak DPRD siap mengawal dan mengoordinasikan aspirasi masyarakat ke dinas terkait termasuk Penerangan lampu jalan,
”Aspirasi penerangan lampu jalan ini Nanti akan kita sampaikan. Kita berharap alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tahun 2027 mendatang membaik, sehingga jalan-jalan kewenangan provinsi bisa terang benderang demi kemajuan Bangka Belitung ke depan,” tambah Sardi.
Sementara itu, Kepala Desa Pasir Garam, Muzilim, menyambut positif kehadiran wakil rakyat tersebut dan mengapresiasi dialog interaktif yang terbangun selama reses berlangsung.
Ia menjelaskan, bahwa warga Desa Pasir Garam sangat antusias menyampaikan keluh kesah mereka secara langsung.
“Dengan dialog pembangunan seperti ini. Dapat terus berlanjut di masa-masa mendatang demi kemajuan desa,” terangnya.
Kegiatan reses tersebut ditutup, dengan penyerahan cinderamata secara simbolis berupa pakaian dan bola voli dari Sardi kepada Kepala Desa Pasir Garam serta perwakilan warga setempat.
(*).