JAKARTA – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin Masyarif, mengikuti The 5th World Conference on Creative Economy di Jakarta, Jum’at (23/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan, oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia ini menjadi forum pertukaran pengalaman dan gagasan dalam pengembangan ekonomi kreatif di tingkat global.
Walikota Prof Saparudin menyampaikan, forum tersebut memberikan kesempatan untuk menyerap pengalaman praktis dari pelaku ekonomi kreatif berbagai negara dan kota. Pengalaman itu dapat menjadi referensi, dalam merancang program pembangunan ekonomi kreatif sesuai potensi Pangkalpinang.
“Saya memperoleh pengalaman praktis dari para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai negara dan kota di dunia. Pengalaman ini dapat diterapkan dalam perencanaan pembangunan ekonomi kreatif di Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Pangkalpinang tercatat, sebagai satu dari lima kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai kota kreatif oleh Kementerian Pariwisata RI pada 2023.
Salah satu potensi lokal terlihat dari kuliner otak-otak, produk khas daerah yang telah dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Ia juga mengajak pelaku usaha untuk terus berinovasi agar semakin banyak produk lokal, memiliki nilai tambah dan daya saing.
“Pelaku ekonomi kreatif telah mampu menampilkan kuliner otak-otak sebagai produk kreatif. Kami ingin pelaku usaha di Pangkalpinang terus menghasilkan inovasi dan kreasi untuk produk-produk lainnya,” terangnya.
Pengembangan ekonomi kreatif menjadi peluang untuk mengangkat potensi lokal Pangkalpinang, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas jangkauan pasar usaha daerah.
(*).