Rina Tarol Harap Cepat Lakukan Penanganan Korban Kebakaran

BANGKA SELATAN – Nasib anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol.

Pada malam kejadian, Sabtu (10/10/2026), ia juga terlihat sudah di lokasi untuk memantau langsung kondisi masyarakat terdampak dan menginap hingga keesokan harinya.

“Kebutuhan anak-anak tidak boleh luput dari perhatian. Jangan sampai anak-anak yang menjadi korban kebakaran justru kehilangan kesempatan untuk belajar karena perlengkapan sekolah mereka ikut terbakar,” ujarnya Minggu sore (11/10).

Menurutnya, bantuan perlengkapan sekolah menjadi salah satu kebutuhan mendesak agar anak-anak korban kebakaran dapat kembali mengikuti kegiatan belajar tanpa terbebani kehilangan perlengkapan dasar mereka.

“Saya minta kepala desa segera bantu mendata siapa saja yang membutuhkan, sehingga bantuan bisa diberikan sesuai kebutuhan,” ujar dia.

Rina mengatakan, dirinya pun telah berkomunikasi dan sepakat dengan Gubernur Bangka Belitung terkait kebutuhan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran segera direalisasikan.

Rina, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Bangka Selatan, meminta pendataan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Babel dalam penanganan korban kebakaran.

“Semoga bisa secepatnya didistribusikan. Hal ini perlu menjadi perhatian,” ujarnya.

Dirinya yang turun langsung ke lokasi kebakaran, pada malam kejadian dan menginap hingga keesokan harinya turut memastikan kebutuhan darurat warga, termasuk air bersih. Ia pun meminta BWS Babel segera menindaklanjuti penyaluran air bersih malam itu juga.

“Jangan sampai kebutuhan air bersih warga terabaikan. Saya minta agar segera ditindaklanjuti malam itu juga. Alhamdulillah, hari itu juga langsung didistribusikan BWS,” ujarnya.

Sebelum Kebakaran, Berulang Kali Soroti Kebutuhan Mobil Damkar dan Akses Jalan

Kebakaran yang melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung II, kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan penanganan kebakaran di wilayah Bangka Selatan, terutama terkait ketersediaan armada pemadam dan akses menuju lokasi kejadian.

Selain mobil pemadam kebakaran, Rina sebelumnya telah menyoroti keluhan masyarakat mengenai akses jalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemda setempat.

Hal itu tepatnya saat berkunjung ke wilayah Simpang Rimba pada September 2026, Rina telah menyoroti kebutuhan mobil pemadam kebakaran untuk menjangkau kawasan yang memiliki akses perjalanan relatif jauh dari pusat pelayanan.

Menurutnya, ketersediaan armada dan jangkauan pelayanan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab, dalam situasi kebakaran, kecepatan petugas mencapai lokasi menjadi salah satu aspek penting dalam upaya penanganan.

“Kalau terjadi kebakaran, waktu sangat menentukan. Karena itu, kebutuhan armada pemadam kebakaran harus diperhatikan, terutama untuk wilayah yang jauh dari pusat pelayanan. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan penanganan ketika keadaan darurat terjadi,” ujarnya.

Rina menilai wilayah Permis, Simpang Rimba, hingga Serdang–Jelutung membutuhkan perencanaan pelayanan darurat yang mempertimbangkan jarak, waktu tempuh, ketersediaan sumber air, serta koordinasi antarlembaga.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan pengerahan personel ketika bencana terjadi. Pemerintah juga perlu mengevaluasi ketersediaan sarana dan prasarana agar penanganan darurat dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.

Selain itu, Rina Tarol menyayangkan apabila keluhan yang telah berulang kali disampaikan masyarakat belum mendapatkan tindak lanjut yang memadai.

Ia pun kerap, mengomentari agar persoalan tersebut ditangani sesuai kewenangan dan prioritas pembangunan.

“Keluhan masyarakat jangan hanya dicatat, tetapi harus ada tindak lanjut yang jelas. Akses jalan merupakan kebutuhan penting bagi warga, termasuk untuk mendukung pelayanan darurat dan distribusi bantuan ketika terjadi bencana,” tegasnya.

Ia berharap, peristiwa kebakaran Serdang menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kesiapsiagaan penanggulangan bencana sekaligus menindaklanjuti persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, per 11 Oktober 2026 pukul 20.10 WIB, kebakaran Serdang berdampak pada sekitar 305 rumah, 450 kepala keluarga (KK), dan 1.800 jiwa.

(*).

Leave A Reply

Your email address will not be published.