Belitung — Hamparan persawahan yang membentang luas di Dusun Karang Asem, Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, kini tidak hanya menjadi kawasan pertanian yang menopang kehidupan masyarakat. Kawasan tersebut perlahan dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis alam dan ekonomi kreatif yang menawarkan panorama khas pedesaan melalui Wisata Sawah Kali Tengah.
Berada di tengah kawasan pertanian dengan luas sekitar 26 hektare, Wisata Sawah Kali Tengah menghadirkan suasana alam yang masih asri dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Hamparan persawahan yang luas menjadi daya tarik utama, terlebih kawasan ini memiliki pemandangan Geosite Gunung Kubing yang menjadi latar alami dan semakin memperindah panorama.
Perpaduan antara hamparan sawah, udara pedesaan, serta panorama Gunung Kubing menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati suasana persawahan sekaligus melihat bentang alam khas Kecamatan Membalong yang selama ini dikenal memiliki kekayaan alam dan potensi wisata yang cukup besar.

Potensi tersebut kini mulai dikembangkan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat setempat. Tidak hanya mengandalkan keindahan alam, pengembangan Wisata Sawah Kali Tengah juga diarahkan untuk menjadi ruang pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengelola Wisata Sawah Kali Tengah, Muslihin, mengatakan saat ini pembangunan kawasan wisata terus dilakukan, salah satunya dengan membangun sentra UMKM yang nantinya diharapkan dapat menjadi tempat masyarakat memasarkan berbagai produk lokal.
“Saat ini sedang dibangun sentra UMKM yang merupakan bantuan dari Yayasan Tarsius Centre yang disalurkan melalui Pokdarwis Kecamatan Membalong,” ujar Muslihin. Minggu, (4/10/2026).
Menurutnya, pembangunan sentra UMKM tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan Wisata Sawah Kali Tengah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi di kawasan wisata.
“Masyarakat nantinya dapat memanfaatkan sentra tersebut untuk menjual berbagai produk makanan, minuman, kerajinan, maupun produk unggulan lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi ciri khas daerah,”ujarnya.
Ia menyebut, dengan konsep tersebut, Wisata Sawah Kali Tengah tidak hanya diarahkan sebagai tempat untuk menikmati pemandangan, tetapi juga sebagai salah satu upaya menggerakkan perekonomian masyarakat Desa Perpat dan Kecamatan Membalong.
Menuju Peresmian
Muslihin mengatakan, pihaknya bersama Pokdarwis Kecamatan Membalong dan Yayasan Tarsius Centre berencana melaksanakan peresmian Wisata Sawah Kali Tengah pada November mendatang.
“Pada November nanti rencananya Pokdarwis bersama Tarsius akan meresmikan wisata tersebut. Kami juga berharap semoga kegiatan ini dapat dihadiri dan diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. (HC) Hidayat Arsani beserta istri, Ibu Noni,” ungkapnya.
Rencana peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan Wisata Sawah Kali Tengah. Selain memperkenalkan destinasi baru kepada masyarakat luas, kehadiran pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pengembangan infrastruktur, promosi, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan kawasan wisata tersebut.
Di sisi lain, panorama Gunung Kubing yang terlihat dari kawasan persawahan memberikan potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi rekreasi keluarga, fotografi, hingga ruang menikmati matahari terbit maupun suasana sore di tengah hamparan persawahan.
“Pengembangan wisata berbasis alam seperti ini juga diharapkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Keindahan sawah dan kawasan sekitar menjadi aset utama yang perlu dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,”ujarnya.
Kontributor : Gusran