BANGKA – Perjalanan berdirinya Yayasan Asyaroni Rinding Panjang di Dusun Kumpai, Desa Rinding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, bukanlah proses yang berlangsung dalam waktu singkat.
Sebelum memiliki legalitas resmi sebagai yayasan, kegiatan pondok yang menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Nurul Hidayah Asyaroni Rinding Panjang telah berjalan sekitar tiga hingga empat tahun.
Selama kurun waktu tersebut, kegiatan keagamaan dan pembinaan bagi santri dan santriwati terus berjalan, meskipun proses untuk membentuk dan menerbitkan legalitas yayasan belum kunjung terealisasi.
Pendiri Pondok Pesantren Nurul Hidayah Asyaroni Rinding Panjang Ustaz Rizal menjelaskan, bahwa proses menuju berdirinya yayasan sempat menghadapi sejumlah kendala.
Salah satu hambatan, yang cukup dirasakan adalah keterbatasan biaya dalam proses pengurusan dan pendirian yayasan.
Menurutnya, sebelum adanya keterlibatan dan dorongan dari Badan Pengurus Wilayah (BPW) Generasi Emas Indonesia (GESID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, proses pendirian yayasan tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa kepastian penyelesaian.
“Yayasan Asyaroni Rinding Panjang ini sebelum terbitnya yayasan, pondok di sini sudah berdiri sekitar tiga sampai empat tahunan. Alhamdulillah, sekarang di tahun 2026 ini Yayasan Asyaroni Rinding Panjang sudah terbit,” ujar Ustaz Rizal.
Ia mengungkapkan, perjalanan menuju legalitas yayasan tidak terlepas dari berbagai hambatan, terutama persoalan pendanaan.
“Kalau hambatan dalam prosesnya ada, terutama di dana. Sebelum kenal GESID Bangka Belitung ini, jujur sudah hampir berapa tahun yayasan ini belum berdiri,” ujarnya.
Namun, situasi tersebut mulai mengalami perubahan setelah GESID Babel hadir dan turut mengawal proses pendirian yayasan.
Menurut Ustaz Rizal, komunikasi dan dorongan yang dilakukan GESID Babel membantu mempertemukan pengurus pondok dengan pihak-pihak yang dapat membantu proses tersebut.
Setelah mendapatkan pendampingan dan dorongan tersebut, proses yang sebelumnya berjalan bertahun-tahun akhirnya dapat memperoleh titik terang.
“Dengan kehadiran GESID Bangka Belitung ini, alhamdulillah lebih mempermudah kita. Sudah terbukti kemarin, semenjak didorong tentang yayasan ini, alhamdulillah kurang lebih satu sampai dua minggu itu jadi,” katanya.
Ia menilai, percepatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang pendirian yayasan yang sebelumnya telah diupayakan selama beberapa tahun.
Dari Pondok yang Telah Berjalan Menuju Yayasan Resmi.
Terbitnya legalitas Yayasan Asyaroni Rinding Panjang, pada 2026 menjadi babak baru bagi keberlangsungan kegiatan keagamaan di Dusun Kumpai.
Bagi pengurus, legalitas bukan sekadar kelengkapan administratif, tetapi menjadi landasan kelembagaan untuk mengembangkan kegiatan pendidikan Islam, pembinaan santri dan santriwati, dakwah serta berbagai kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Ustaz Rizal berharap, keberadaan yayasan dapat semakin memperkuat kegiatan pondok sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas dari masyarakat.
“Untuk ke depannya kami mohon partisipasi kita semua, terutama umat, bagaimana kita bisa banyak berkecimpung dalam agama Allah Ta’ala dan bersama-sama berjuang meneruskan perjuangan Rasulullah,” ujarnya.
Ia juga berharap, Yayasan Asyaroni Rinding Panjang dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat Dusun Kumpai, tetapi berkembang untuk masyarakat Kecamatan Belinyu hingga Bangka Belitung.
“Saya sebagai pendiri yayasan atau pondok ini berharap ke depannya yayasan ini semoga memberikan banyak manfaat kepada umat, terutama di Dusun Kumpai, kemudian Kecamatan Belinyu, dan mudah-mudahan bisa memberikan manfaat untuk se-Bangka Belitung,” jelasnya.
GESID Babel Kawal Proses dari Awal hingga Tuntas.
Keterlibatan GESID Babel dalam perjalanan pendirian yayasan tersebut, menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk hadir mendampingi kebutuhan masyarakat.
Ketua Umum BPW GESID Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Suwardian Ramadhan mengatakan, bahwa GESID tidak ingin kehadirannya hanya sebatas memberikan dukungan secara simbolis.
Dalam proses Yayasan Asyaroni Rinding Panjang, GESID turut mengawal komunikasi dan membantu membuka akses kepada pihak-pihak yang dibutuhkan hingga proses legalitas yayasan dapat diselesaikan.
“Bagi kami, ini bukan sekadar tentang berdirinya sebuah yayasan. Ada proses panjang yang sudah dilalui oleh masyarakat dan pengurus pondok. Ketika kami mengetahui ada ikhtiar yang sudah berjalan selama beberapa tahun tetapi masih menghadapi kendala, tentu kami berupaya ikut mengawal dan membuka komunikasi agar prosesnya dapat menemukan jalan keluar,” ujar Suwardian.
Menurutnya, berdirinya Yayasan Asyaroni Rinding Panjang menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemuda, tokoh agama dan para pemangku kepentingan dapat menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat.
Apresiasi untuk Pihak yang Turut Membantu.
Dalam perjalanan tersebut, Ustaz Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang turut membantu membuka jalan dalam proses pendirian yayasan.
Ia secara khusus menyampaikan, terima kasih kepada Ustaz H. Zuhri M. Syazali, Lc., MA. serta Hj. Dwi Ariani yang turut membantu proses komunikasi dan fasilitasi hingga pengurus dapat memperoleh dukungan dalam menyelesaikan proses pendirian yayasan.
Ustaz Rizal juga menyampaikan, apresiasi kepada Bapak Ian yang menurutnya turut membantu mempertemukan dan membuka komunikasi dengan pihak-pihak tersebut.
“Saya juga terima kasih banyak kepada Bapak Ian yang sudah banyak membantu dalam proses mendirikan yayasan ini sehingga kami bisa bertemu dengan Ustaz Zuhri dan Ibu Hajah Dwi Ariani. Alhamdulillah sekarang yayasan ini sudah selesai,” ungkapnya.
Legalitas Selesai, Ikhtiar Keumatan Berlanjut.
Setelah legalitas yayasan resmi terbit pada 2026, perjalanan Yayasan Asyaroni Rinding Panjang tentu belum berhenti.
Justru, legalitas tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat kegiatan pondok, meningkatkan pembinaan santri dan santriwati, serta mengembangkan pendidikan dan aktivitas keagamaan yang lebih terarah.
Pengurus juga berharap ke depan, terdapat perhatian dan kolaborasi dalam pemenuhan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan pendidikan Islam dan pembinaan keagamaan di lingkungan yayasan.
GESID Babel menyatakan, akan terus membangun komunikasi dan kolaborasi sesuai kapasitas organisasi untuk mendukung ikhtiar masyarakat, khususnya dalam penguatan generasi muda melalui pendidikan, keagamaan dan pembentukan karakter.
“Legalitas ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi menjadi awal dari langkah yang lebih panjang. Harapannya, Yayasan Asyaroni Rinding Panjang dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai agama dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata suwardian.
Dari Dusun Kumpai, ikhtiar tersebut diharapkan terus berkembang. Dari sebuah pondok yang telah berjalan selama bertahun-tahun, kini lahir sebuah yayasan resmi yang diharapkan mampu menjadi wadah pendidikan Islam, pembinaan santri dan santriwati serta pelayanan keagamaan bagi masyarakat.
(*).