53 Tahun Gema Nusantara, Imam Wahyudi Kader PDI Perjuangan Harus Progresif Revolusioner

JAKARTA BARAT – Usia 53 tahun PDI Perjuangan bergema di Nusantara, peringatan hari besar ini mengingatkan kembali sejarah tentang kelahiran PDI Perjuangan sampai hari ini.

Momentum besar tersebut dikemas pelaksanaannya dalam rapat kerja nasional (Rakernas) I, 10 – 12 Januari 2026 dengan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof Megawati Soekarno Putri.

Dalam paparan politiknya, dengan mengawali launching Barata, sebagai maskot baru partai PDI Perjuangan di seluruh Indonesia, terkhusus juga bagi kader PDI Perjuangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Dengan bertambahnya, umur partai hari ini adalah sejarah tentang perjalanan panjang pengabdian bersama rakyat dengan gotong royong.

Sementara Sekretaris DPD PDI Perjuangan Babel, Imam Wahyudi ingatkan kembali pesan Ibu Mega pada pembukaan Rakernas, bahwa kader PDI Perjuangan harus Progresif Revolusioner dan Tahan banting.

“Ibu Mega telah mengingatkan anak – anak ideologisnya. Jalan Perjuangan ini panjang dan berat dan hanya dapat dicapai oleh mereka yang berjiwa teguh dan berhati bersih,” Kisahnya, mengutip Orasi politik Megawati saat Rakernas dan perayaan 53 tahun PDI Perjuangan di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026) lalu.

Mengusung tema Satyam Eva Jayate (kebenaran yang selalu menang), Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya.

“Banyak otokritik yang harus diingat. Sejarah tidak akan bertanya berapa lama jabatan kita miliki, tetapi sejauh mana kebijakan pro rakyat. Yang kita berikan kepada bangsa,” Lanjutnya pada Minggu (11/1/2026).

Dikatakannya, bagaimana soal menjadi pandu ibu pertiwi yang dimaksud Ibu Bangsa Megawati dengan tema tahun ini mengutip lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ia juga mengatakan, Kader PDI Perjuangan harus menjadi pandu ibu pertiwi, pandu adalah ibu pertiwi pandu adalah penunjuk arah, pandu adalah penjaga arah, pandu adalah mereka yang berjalan paling depan saat jalan gelap.

“Ini adalah ikrar kader PDI perjuangan berdiri bersama rakyat dan bumi. Bukan bersama kekuasaan yang melupakan tanggung jawab sejarah,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, secara keseluruhan ada 3 isu utama dari Ibu Bangsa, untuk generasi masa depan.

Dimana isu tersebut, mengenai tentang global politik Venezuela oleh Amerika, isu lingkungan dan solidaritas kader bangsa.

“Jadi 3 pesan penting bagi kader. Khususnya isu bagi kaum milenial yakni menghasilkan peradaban dunia tanpa kekerasan, merawat bumi sebagai ibu pertiwi sekaligus ibu bumi. Dan menghasilkan solidaritas antar manusia,” pungkasnya.

(*).

Leave A Reply

Your email address will not be published.