PANGKALPINANG – Kapolres Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, memastikan adanya perubahan simulasi berjalan lancar dalam penanganan Aksi Unjuk Rasa yang baru saja dilaksanakan.
“Perubahan kita bukan melakukan pengamanan Aksi Unjuk rasa. Tapi kita melayani Aksi Unjuk rasa,” kata dia Senin (9/12/25).
Proses pelayanan Aksi Unjuk rasa, dimulai dari tahapan Korlap menyampaikan pemberitahuan akan melakukan aksi.
Sementara itu, Unit Satuan intelkam akan mencoba menyampaikan, tuntutan para pengunjuk rasa kepada tujuh pimpinan, yang dalam simulasi ditujukan kepada Gubernur.
Ada tiga tuntutan yang diajukan, di mana beberapa bisa dipenuhi, dan KSAT Intel akan menyampaikan kembali hasilnya kepada Korlap.
Apabila Korlap tetap bertekad melaksanakan aksi, pihak kepolisian akan memberikan fasilitasi dan melakukan pengamanan.
“Tujuan pelayanan dan fasilitasi ini. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kekacauan di lapangan,” ungkapnya.
Dalam simulasi ini, jumlah personel yang diturunkan sekitar 150 orang, terdiri dari 50 personel kepolisian dan 60 dari masyarakat.
Ia berharap, agar proses ini bisa dipahami oleh Korlap Aksi Unjuk Rasa sehingga aspirasi masyarakat bisa terakomodir oleh pimpinan, dan aksi bisa berjalan tertib tanpa anarkis.
Menanggapi pertanyaan tentang tipikal demo di Pangkalpinang selama tujuh hari terakhir, Kapolres menyatakan masyarakatnya sangat baik, tertib, dan bisa diajak berdiskusi.
Meskipun personel kepolisian dianggap cukup untuk mengakomodir demo, pihaknya juga siap meminta bantuan dari BKO Polres-Polres jika dibutuhkan.
(*).