BANGKA TENGAH – Dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bangka Belitung, menggelar Rapat kerja daerah (RAKERDA) dan pendidikan politik di Hotel Santika Jum’at (28/11/2025).
Hal itu disampaikan, oleh Sekretaris jendral (Sekjen) DPP Demokrat Herman Khaeron, merumuskan apa yang akan dilakukan dari seluruh kader di provinsi Bangka Belitung.
Setelah rapat kerja daerah ini, nanti akan rapat kerja cabang sebab diwajibkan didalam anggaran dasar rumah tangga (ADRT), yang dilaksanakan minimal 1 kali dalam 2 tahun.
“Ini sudah menunaikan amanah yang tinggal dijalankan yang nanti hasilnya apa. Tentu ini bisa menjadikan langkah strategis,” ungkap Herman Khaeron.
“Jadi. Alhamdulillah kepada semua kepala daerah mulai dari Gubernur Walikota dan Bupati, turut ikut mengawal,” timpalnya.
Dikatakan Herman Khaeron, bahwa langkah awal kolaborasi sudah terbentuk tinggal, dan bagaimana merumuskan strategi versi program DPD partai Demokrat.
Ia juga mendorong, bagimana membangun program-program, yang bisa membantu rakyat.
“Tentunya ini bisa menjadi aspirasi yang bergerak. Itulah yang harus kita kerjakan dan dirumuskan di rapat kerja daerah,” jelasnya.
Ia juga memantapkan, berbagai hal-hal yang paling mendasar yaitu ideologi partai, maestro politik, kemudian visi misi, dan program umum, yang sudah ditentukan dari DPP pusat.
“Jadi seperti apa program kolaborasinya silahkan saja dirumuskan. Karena kami menghargai apa saja yang bisa dikolaborasikan dengan pusat, dan kami punya kader-kader yang terbaik. Sudah duduk di kementerian,” ujar dia.
Ditempat yang sama, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bangka Belitung Rudi Kadarisman menyampaikan, pada kegiatan Rakerda ini merupakan program DPP.
Menurutnya, pada hari ini kegiatan Rakerda di seluruh Indonesia, yang bertujuan Konsolidasi persiapan dalam menghadapi pemilu yang akan datang.
“Khususnya. Rakerda ini menjaga hubungan harmonis kepada eksekutif dan legislatif, yang ada bahwa kita bagian dari mitra yang mensupport ketika kebijakan itu pro rakyat. Dan akan mengkritisi jika kebijakan itu tidak benar,” tuturnya.
Diakuinya, bukan untuk mencari kesalahan tetapi itu adalah konsolidasi, dan tetap menjaga hubungan baik antara partai serta ke legislatif eksekutif dan yudikatif.
Najib.