PANGKALPINANG — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Komisi IV, Narulita, menyikapi serius persoalan layanan kesehatan di daerah.
Melihat kondisi ini, ungkap Narulita fasilitas kesehatan yang belum memadai membuat pasien, khususnya penderita penyakit kronis, terancam keselamatan akibat proses rujukan berlapis.
“Jadi di Belinyu itu tidak ada rumah sakit besar. Yang ada hanya RS Eko Maulana Ali. Kalau rumah sakit itu tidak segera dibenahi, masyarakat harus dirujuk lagi ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat. Jaraknya cukup jauh, apalagi kalau pasien sakit jantung, sangat berbahaya,” kata Narulita diruang Banmus Senin (15/9/25).
Dalam hal ini diungkapkannya, fasilitas yang tidak lengkap, gedung yang belum diperbaiki, hingga sistem rujukan yang berbelit membuat pasien harus berpindah-pindah kendaraan.
“Ini sangat berisiko sekali. Apalagi bagi pasien yang mengidap penyakit tertentu,” ucap dia.
Selain itu, tidak hanya rumah sakit pemerintah, Narulita juga menyoroti pelayanan rumah sakit swasta di Babel. Ia bahkan menyampaikan pengalamannya pribadi saat mendampingi orang tuanya berobat di RS Siloam Pangkalpinang.
“Pelayanan publik di rumah sakit swasta juga belum maksimal. Saya sendiri tidak menggunakan BPJS, tapi berobat umum. Meski begitu, administrasi dan birokrasi tetap rumit. Jadi bukan hanya rumah sakit pemerintah, swasta pun belum memberikan pelayanan yang memuaskan,” ujarnya.
Lebih jauh katanya, mempertanyakan status klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Provinsi Babel.
“RS Provinsi itu sudah kelas B, tapi saya mau tanyakan, klaim BPJS di sana masih kelas C atau sudah disesuaikan? Ini penting agar masyarakat benar-benar mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang sesuai standar,” pungkasnya.
(*).