PANGKALPINANG — Pengamanan Kapal Kayu Indah Jaya GT 34 yang kandas di Muara Pangkalbalam oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung yang memuat timah untuk dibawa ke luar negeri, Jumat (30/5/2025), menimbulkan informasi baru.
Bila sebelumnya, ramai diberitakan dan malah sudah di rilis oleh keterangan tertulis staf dinas penerangan TNI AL, Senin, 2 Juni 2025, seperti diberikan tempo tanggal 2 Juni 2025 dengan judul “TNI AL Gagalkan Penyelundupan 25 Ton Pasir Timah Ilegal di Bangka”, Antara News Bangka Belitung dengan judul “Lanal Babel tangkap kapal bermuatan 25 ton biji timah”.
Pemberitaan yang sama, juga dipublis beberapa media online di Bangka Belitung, yang pada intinya menyatakan bahwa pasir timah, yang ditemukan di atas kapal seberat 25 Ton.
Namun informasi baru, yang beredar dan seperti yang diberitakan media online Suarapos.com, Kamis (5/6/2025), pasir timah yang diamankan dari atas Kapal Kayu KM Indah Jaya GT 34 diduga membawa 47 ton bukan 25 ton.
Diberitakan, pasir timah tersebut diduga milik SY warga Banten. SY sendiri diduga pemain pasir timah Bangka – Jakarta, yang akan diselundupkan ke Singapura, dia juga diduga pemain baby lobster.
Sementara, penyedia pasir timah diduga SB. Sedangkan pemilik Kapal Kayu KM Indah Jaya GT 34, berinisial RM warga Pangkalpinang.
Kapal Kayu KM Indah Jaya GT 34, diduga sering digunakan untuk mengambil minyak, ‘kencinggan’ dari kapal Tanker.
Adapun proses penyelundupan pasir timah, setelah dimuat di Kapal Kayu KM Indah Jaya GT 34, akan diangkut ke kapal induk yang telah menunggu di tengah laut, disinyalir pasir timah diangkut secara ship to ship di tengah laut.
“Pemilik barang SY Banten, pemain pasir timah Bangka – Jakarta, pemain Baby Lobster. Pemilik kapal RM tinggal di Pangkalpinang. Kapal angkut ini yang sering digunakan untuk mengambil minyak kencinggan dari kapal tanker, kapal induknya menunggu di tengah laut. Jadi pasir timah diangkut secara ship to ship di tengah laut,” ujar Sumber Suarapos.com, Kamis (5/6/2025).
“Penyedia pasir timah oknum anggota berinisial SB. SB termasuk yang menyelamatkan ABK supaya kabur. Pasir timah bervariasi ada yang bagus dan jelek. Indikasi pasir timah yang jelek berasal dari salah satu meja goyang yang ada di lintas timur. Kapal muat pasir timah di bawah jembatan emas,” jelasnya.
Bantahan Danlanal Babel Sementara itu, Komandan Pangkalan Angkatan Laut Babel, Kolonel Laut (P) Ipul Saeful saat dihubungi Suarapos.com, Kamis (5/6/2025) sekitar pukul 09.12 WIB, dengan tegas membantah jika pasir timah yang diamankan sebanyak 47 ton.
Danlanal juga, membantah ada keterlibatan oknum anggota dalam kasus ini.
“Enggak ada kok, saya yang jaga. Informasi dari mana? Enggak ada, semuanya saya jaga itu. Kan disitu bukan saya saja (Lanal Babel..red), disitu juga ada satgas dari Mabesal, jangan sampai barang ini kemana-mana atau hilang kemana-mana ditungguin di kapal dan dibongkarnya setelah sandar di Pangkal Balam,” ujar Kolonel Laut (P) Ipul Saeful.
Saat ditanyakan, adanya dugaan anggota yang bermain dalam hal ini, Danlanal Babel membantah tegas.
“Enggak ada, enggak ada yuk. Enggak ada, anggota saya kalau ada yang main-main saya tindak,” tegasnya.
Informasi Awal Penangkapan, Diberitakan suarapos.com sebelumnya, informasi awal yang dikatakan narasumber mengenai penangkapan ini, mulai menyebar pada Sabtu (31/5/2025) sore, mengindikasikan adanya operasi besar oleh Lanal Babel.
“Sudah dapat kabar belum bang, ada tangkapan Kapal Kayu muatan timah oleh Lanal Babel di Muara Pangkalbalam. Timah itu rencananya akan diselundupkan ke Singapura,” ujar Sumber.
Pantauan Intensif di Lapangan Menanggapi informasi tersebut, tim di lapangan segera bergerak, untuk melakukan pemantauan.
Pada Jumat malam, sekitar pukul 20.30 WIB, aktivitas mencurigakan terlihat di sekitar Pos TNI AL Pangkal Balam.Pada pukul 00.30 WIB, Komandan Pos TNI AL Pangkal Balam, Lettu Sulaiman, berhasil ditemui.
Ketika dikonfirmasi mengenai penangkapan kapal bermuatan timah ini, Lettu Sulaiman menyatakan bahwa kasus tersebut, masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan.
“Masih dalam penyelidikan, nanti kami kabari dalam satu atau dua hari,” tuturnya singkat.
Penemuan Kapal dan Perkembangan penyelidikan tidak berhenti di situ. Pada Minggu (1/6/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, tim bergerak menuju lokasi yang dicurigai sebagai tempat kapal muatan timah itu kandas.
Lokasi itu, tidak jauh dari Kapal tongkang muatan pupuk, yang tenggelam beberapa waktu lalu.
Setelah sekitar satu jam perjalanan, terlihat kapal sebuah kapal kayu Kapal Kayu KM Indah Jaya yang kandas dan didekatnya tampak satu unit mobil Toyota Avanza berwarna silver dengan nomor polisi BA xxxx IV ditemukan di lokasi.
Keberadaan kendaraan dan kapal ini, menambah indikasi kuat adanya aktivitas ilegal yang terkoordinasi.
Hingga Senin (2/6/2025) siang, pukul 12.00 WIB, pihak berwenang masih menjaga kerahasiaan informasi detail.
Saat kembali dimintai konfirmasi, Lettu Sulaiman memberikan jawaban serupa.
“Masih dalam penyelidikan dan pengembangan, nanti kami rilis atau jumpa pers,” jelasnya.
Pemindahan Barang Bukti selanjutnya pada, Selasa 2 Juni 2025, sekitar pukul 21.00 WIB tim media ini kembali berada di sekitaran Pos TNI AL Pangkal Balam.
Tepat pada pukul 22.30 WIB saat tim akan beranjak meninggalkan lokasi, terpantau ada pergerakan mencurigakan di belakang kantor Pos TNI AL Pangkal Balam.
Tak menunggu waktu lama tim, kemudian menuju ke dermaga bongkar muat yang ada di samping Pos TNI AL, Pangkal Balam.
Sekitar pukul 23.15 WIB, terlihat jelas sejumlah anggota TNI AL Babel didampingi POMAL Babel, sedang sibuk memindahkan Barang Bukti (BB) pasir timah dari atas kapal kayu ke atas mobil Pick-Up warna hitam. Momen ini kemudian diabadikan dalam video berdurasi 03.24 menit.
(Red/Wu).