Tancap Gas, PKB Babel Rilis Formasi Baru Pimpinan DPC Periode 2026–2031

PANGKALPINANG – Peta politik di Bumi Serumpun Sebalai resmi memasuki babak baru. Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) secara resmi mengumumkan susunan nama pimpinan Dewan Tanfidz definitif Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB di tujuh kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk masa khidmat 2026–2031.

Langkah taktis ini menjadi energi segar bagi partai berlambang bola dunia tersebut setelah sukses menggelar konsolidasi internal yang dinakhodai langsung oleh jajaran pimpinan DPW PKB Babel, yakni Ketua Bertu Merlas, Sekretaris Agam Dliya Ul-haq, dan Bendahara Joko Prianto.

Untuk memperkuat jalur koordinasi dan mengibarkan bendera kejayaan partai di seluruh wilayah Bangka Belitung, berikut adalah daftar resmi para ketua terpilih Dewan Tanfidz DPC PKB di tujuh kabupaten/kota:

  1. DPC PKB Kota Pangkalpinang Ketua Dewan Tanfidz Terpilih Asri.
  2. DPC PKB Kabupaten Bangka Ketua Dewan Tanfidz Terpilih Siti Fatimah.
  3. DPC PKB Kabupaten Bangka Tengah Ketua Dewan Tanfidz Terpilih Wahidah.
  4. DPC PKB Kabupaten Bangka Barat Ketua Dewan Tanfidz Terpilih Amin.
  5. DPC PKB Kabupaten Bangka Selatan Ketua Dewan Tanfidz Terpilih Kurniawan.
  6. DPC PKB Kabupaten Belitung Ketua Dewan Tanfidz Terpilih Siti Maghfiroh
  7. DPC PKB Kabupaten Belitung Timur Ketua Dewan Tanfidz Terpilih Rudiansyah Putra.

Saat ditemui, Sekretaris DPW PKB Babel, Agam Dliya Ul-haq, memberikan penegasan kuat mengenai arah gerak partai ke depan.

Menurutnya, penetapan ini bukan sekadar bagi-bagi jabatan, melainkan sebuah mandat ideologis yang besar untuk menyerap aspirasi masyarakat secara maksimal.

“Formasi baru ini adalah kombinasi matang antara energi segar anak muda dan pengalaman tokoh senior di lapangan. Kami bersyukur proses konsolidasi dari pusat hingga daerah berjalan sangat solid dan satu komando. Setelah ketetapan ini keluar, saya tegaskan: tidak ada waktu untuk bersantai atau sekadar euforia! Semua mesin partai di tingkatan DPC wajib langsung tancap gas, turun ke akar rumput, dan kawal total politik kemanusiaan yang menjadi napas perjuangan PKB,” tegas Agam dengan penuh optimisme.

Ada hal menarik yang mencuri perhatian dalam komposisi kepemimpinan periode ini. PKB Babel membuktikan bahwa narasi kesetaraan gender dan inklusivitas bukan sekadar jargon politik di atas kertas.

Masuknya tiga srikandi andal sebagai ketua definitif—yaitu Siti Fatimah di Kabupaten Bangka, Wahidah di Bangka Tengah, dan Siti Maghfiroh di Belitung—menjadi bukti sahih bahwa kaderisasi di tubuh PKB murni berbasis pada rekam jejak, kapasitas, dan kinerja nyata di lapangan.

Keluarga Besar DPW PKB Babel pun memberikan ucapan selamat sekaligus menitipkan pesan moral mendalam bagi para pimpinan baru yang telah ditunjuk.

Mereka berharap amanah besar ini dapat menjadi kekuatan penuh untuk memperkokoh konsolidasi organisasi, memperjuangkan hak-hak masyarakat, serta mengantarkan PKB menjadi partai yang semakin maju dan dicintai rakyat.

Dengan terbentuknya struktur pimpinan yang solid dan inklusif di tujuh kabupaten/kota ini, PKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan diri siap bergerak cepat.

Fokus utama mereka ke depan sudah sangat jelas, yakni melakukan kerja politik nyata, mengawal jalannya pembangunan daerah, serta memastikan setiap program kesejahteraan rakyat dapat berdampak dan dirasakan langsung di seluruh sudut wilayah Bangka Belitung.

(*).

Leave A Reply

Your email address will not be published.