Peringati 1 Tahun Hari Pos Satkamling “Toleransi” Haryadi Ungkap Bangun Kehidupan Masyarakat Yang Harmonis

BANGKA – Densus 88 Anti Teror memperingati 1 tahun hari jadi Pos Satkamling “Toleransi” Bersatu dalam perbedaan Harmoni dalam keberagaman membangun ruang aman untuk semua di dusun Kace Permai Sabtu malam (23/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut disampaikan, oleh Kasatgaswil AKBP Maslikan Kepulauan Bangka Babel dalam hal ini yang diwakili oleh Katim Pencegahan Haryadi menyampaikan, pentingnya menjaga kerukunan sosial, toleransi, dan persatuan masyarakat di tengah keberagaman.

“Peringatan ini dipandang bukan sekadar perayaan berdirinya sebuah fasilitas sosial. Melainkan momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan kepedulian dan komitmen bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” ungkapnya.

Kemudian dalam perkembangan, teknologi informasi telah menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham intoleran dan radikal melalui media digital.

“Ancaman tersebut kini tidak hanya menyasar orang dewasa. Tetapi juga anak-anak dan remaja yang memiliki akses luas terhadap berbagai platform digital,” tegasnya.

Adanya konten yang mengandung kebencian, intoleransi, dan ajakan permusuhan dinilai dapat memengaruhi generasi muda apabila tidak diantisipasi secara tepat oleh keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Fenomena peningkatan terpaparnya paham ekstrem yang menyasar generasi muda. Tidak hanya berbasis ideologi keagamaan ideologi ekstrem global seperti White Supremacy dan Neo Nazi,” jelasnya.

Berdasarkan pemetaan nasional, tercatat sekitar 112 anak teridentifikasi terpapar Ideologi ISIS di 26 provinsi, dan 70 anak terpapar Radikalisasi digital melalui TCC (True Crime Community).

Hal ini kata dia, menunjukkan dua Pola Radikalisasi Digital yang memerlukan pendekatan dan penanganan secara komprehensif.

“Maka Radikalisasi tidak selalu muncul dalam bentuk ajaran agama melainkan sering hadir melalui luka batin kemarahan perasaan. Terpinggirkan hingga proses pencarian jati diri yang kemudian dieksploitasi melalui ruang digital,” terangnya.

Lebih lanjut disebutkannya, penanaman empati, nilai kebangsaan, dan cinta tanah air harus diperkuat dalam lingkungan keluarga, sekolah dan Masyarakat.

“Jadi masyarakat yang saling mengenal peduli. Dan menjaga lingkungan sosial akan mampu mempersempit ruang penyebaran ideologi yang mengancam persatuan bangsa,” tutur dia.

Melalui momentum peringatan satu tahun Pos Toleransi Desa Kace, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kerukunan, melindungi generasi muda, serta menghadirkan ruang-ruang positif yang mendukung terciptanya generasi yang moderat, toleran, cinta damai.

(*).

Leave A Reply

Your email address will not be published.