Kelurahan Gajah Mada Perkuat Inovasi Sosial Melalui “Gama Pacak”

PANGKALPINANG – Kelurahan Gajah Mada terus memperkuat program inovasi sosial berbasis kepedulian masyarakat melalui gerakan “Gama Pacak” yang telah berjalan sejak masa pandemi Covid-19 dan masih berlanjut hingga saat ini.

Dalam pernyataannya, Lurah Gajah Mada Hayrul bahwa kelurahan yang dipimpinnya berdiri sejak tahun 2011 hasil pemekaran dari Kelurahan Asam dan Kelurahan Keramat.

Menurut dia, dengan jumlah penduduk tercatat sebanyak 5.525 jiwa meskipun tidak seluruhnya berdomisili di wilayah tersebut.

“Jadi banyak warga yang secara administrasi masih ber-KK di Gajah Mada tetapi tinggal di luar daerah bahkan ada yang di luar kota seperti Jakarta. Itu terlihat saat pemilu jumlah pemilih hanya sekitar tiga ribuan,” ungkapnya Selasa (31/3/2026).

Ia juga mengatakan, menjalankan roda pemerintahan pihak kelurahan didukung oleh delapan RT tiga RW serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menyukseskan berbagai program pemerintah.

“Inovasi “Gama Pacak” dapat lahir. Dari inisiatif membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19,” terangnya.

Diakuinya, para pihak kelurahan menggandeng pelaku usaha dan pengelola Pasar Irian untuk mengumpulkan bantuan sembako yang kemudian disalurkan kepada warga kurang mampu, janda, dan anak yatim.

“Untuk warga terdampak Covid-19 tapi setelah pandemi selesai ternyata kebutuhan itu masih ada. Maka program ini kami lanjutkan dan bahkan kami kembangkan,” pungkasnya.

(*).

Leave A Reply

Your email address will not be published.