Pansus DPRD Babel di Jakarta, Imam Wahyudi: Siapkan Data Regulasi dan Ungkap Potensi Logam Tanah Jarang Babel

JAKARTA – Dalam rangka pemenuhan data-data kongkrit dan masukan seputar pembuatan rancangan peraturan daerah tentang program Riset dan Inovasi Daerah Babel dalam pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ), Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Koordinasi dan Konsultasi ke Unit Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong Provinsi Banten di Tangerang Selatan pada Kamis (15/01/2026).

Kunjungan ini diikuti OPD terkait Pemprov Babel, yakni Kadis ESDM dan Kepala Bappelitbangda Babel.

Satu hal yang menjadi penekanan, pada kunjungan kali ini adalah untuk mengumpulkan data riset dan pemanfaatan berkelanjutan tentang Logam Tanah Jarang.

“Iya, kalau dulu kita masih ekspor mineral mentah. Sekarang sesuai program vital negara yang fokus pada  bidang industri pertahanan dan bidang industri teknologi tinggi, Indonesia sudah beralih dari mineral mentah. Ke pemanfaatan mineral Logam Tanah Jarang,” Sebut Imam Wahyudi, Anggota Dewan Babel yang juga Politisi Berpengaruh PDI.Perjuangan.

“Babel ini termasuk daerah dengan Logam Tanah Jarang terbanyak jenis mineral ikutannya. Potensi yang ada ini harus dibuat regulasinya agar pengelolaan dan pemanfaatn LTJ bisa dilakukan dengan benar dan sedetil mungkin,” katanya lagi.

Untuk pengembangan LTJ Nasional, Presiden lewat Badan Industri Mineral akan bekerja sesuai amanat konstitusi, mendorong dan mempercepat riset dan pengembangan LTJ guna meningkatkan nilai tambah dari mineral strategis tersebut.

Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dalam melihat potensi daerah Babel ini, sesuai keterangan bergambar menjelaskan road map pengembangan LTJ untuk 3 Periode berjalan, yakni dari 2015 s/d 2019 fokus pada Konsentrat LTJ, Tahun 2020-2024 fokus tentang LTJ dan Tahun 2025-2035 fokus tentang pemanfataan LTJ sebagai komponen elektronika dan LTJ bahan bakar Nuklir.

Imam Wahyudi pada kesempatan ini, juga kembali menegaskan bahwa ternyata Babel kandungan Monasit dan Terak Timah sebagai bahan UnKonvensional menjadi terbesar di Dunia, ini bisa dilihat dari kandungan Monasit yang hingga mencapai 7000 Ton/Tahun.

“Potensi SDA Babel yang begitu kaya kita miliki kekayaan kita akan LTJ. Monasit Terak Timah dan Mineral lainnya, tentu harus kita jaga dan kelola dengan baik. Agar menjadi sumber pendapatan asli daerah Babel,” ungkapnya.

Ia berharap, juga dari hari ini dan selanjutnya Babel bisa menjadi Provinsi menjadi daerah Maju dan bertransformasi.

(*).

Leave A Reply

Your email address will not be published.